Your Ad Here

Tuesday, October 2, 2012

Elektabilitas Bibit Waluyo Jeblok

Elektabilitas Bibit Waluyo Jeblok

SEMARANG - Survei terbaru menunjukkan elektabilitas Bibit Waluyo sebagai incumbent hanya di bawah 20 persen. Tapi hal itu tidak membuat Bibit gentar untuk mencalonkan diri dalam pemilihan gubernur (Pilgub) 2013.

"Ora usah dowo-dowo, saya siap maju lagi!" tegas Bibit dalam seminar 'Menakar Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng 2013' di Hotel Santika Premiere, Selasa (2/10).

Penegasan itu disampaikan ketika ditanya oleh Sriyanto Saputro selaku moderator. Selain Bibit, beberapa kandidat calon gubernur dan wakil gubernur Jateng yang hadir juga diminta berbicara. Di antaranya Wakil Gubernur Jateng Rustriningsih, Ketua DPW PPP Jateng Arif Mudatsir Mandan, kader PDIP Kapendi, tokoh LSM Riyanto, Penasihat PPDI Suryokoco Adisaputro, dan mantan Dirut CMJT Sapto Marhendra.

Direktur Lembaga Pengkajian Survei Indonesia (LPSI) Jateng, M Yulianto memaparkan, survei yang dilakukannya pada delapan bulan menjelang pemungutan suara 23 Mei 2013. Dia mengatakan, semua cagub cawagub yang saat ini muncul, elektabilitasnya masih jeblok. Jika Bibit di bawah 20 persen, Rustriningsih malah tak sampai 5 persen.

Padahal popularitas keduanya terhitung tinggi yakni Bibit 65 persen, dan Rustri 63 persen. "Elektabilitas tertinggi di Jateng itu 21 persen dan itu dipegang Jokowi," katanya.

LPSI menggelar survei dengan jumlah responden 3 ribu orang yang tersebar di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Survey dengan sampel error tiga persen itu dilakukan pada 1-15 September lalu. Yuliyanto menyebut, partai politik di Jateng cenderung menimang-nimang tiga figur. Yakni Bibit Waluyo, Rustriningsih dan Hadi Prabowo.

"Kalau Elektabilitas Pak Hadi malah di bawah 1 persen. Jadi paling rasional masuk wagub dululah," ujar Yulianto.

Yuliyanto menyatakan sikap publik yang low respon dikarenakan belum adanya calon yang jelas didukung partai. Padahal di sisi lain 90 persen lebih warga telah mengetahui bahwa 2013 ada pilgub dan 607,8 persen dari mereka menyatakan pasti datang ke TPS. Dalam hal ini staf pengajar Undip itu menyayangkan sikap PDIP dan Demokrat yang belum jelas. Seharusnya, dua partai yang bisa mengusung calon sendiri ini segera mendeklarasikan diri calon gubernurnya.

Sumber : suaramerdeka.com

0 comments:

Post a Comment