Your Ad Here

Tuesday, October 2, 2012

Demam Berdarah Mulai Mengancam Blora

Demam Berdarah Mulai Mengancam Blora

BLORA - Menjelang musim pancaroba penyakit demam berdarah (DB) mulai mengancam warga Blora. Air yang menggenang di tempat yang tidak bersih memicu munculnya jentik nyamuk Aedes Aegypti pembawa virus dengue penyebab demam berdarah.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora, Henny Indriyanti melalui Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman (P2PLP), Lilik Hernanto, menyatakan penyakit DB bisa saja muncul setiap saat. Tidak peduli saat musim hujan, pancaroba maupun musim kemarau.

‘’Sepanjang ada genangan air di wadah atau tempat yang kotor, di situlah sangat mungkin muncul jentik nyamuk Aedes Aegypti,’’ ujarnya, Rabu (3/10).

Dia mengungkapkan kasus DB di Blora terakhir menimpa Tiara, bayi berusia sembilan bulan. Tiara yang beralamat di Desa Sendangharjo, Kecamatan Blora itu meninggal pada 22 September 2012 karena menderita penyakit DB.

Lilik Hernanto, mengungkapkan tahun ini mulai Januari hingga awal Oktober, jumlah kasus DB di Blora sebanyak 246 kasus. Dari jumlah tersebut empat orang penderita DB meninggal dunia. ‘’Terakhir yang meninggal adalah Tiara,’’ tandasnya.

Menyikapi mulai munculnya penyakit DB, Lilik Hernanto kembali mengingatkan warga untuk waspada. ‘’Kalau ada anggota keluarga yang mengalami panas tiga hari segera bawa ke dokter atau tempat pelayanan kesehatan seperti puskesmas maupun rumah sakit,’’ katanya.

Dia juga meminta masyarakat untuk kembali mengintensipkan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Yakni dengan melakukan gerakan 3-M; menutup, menguras dan mengubur, wadah tempat perkembangbiakan nyamuk. ‘’Saat musim kemarau karena jarang air biasanya orang jadi eman menguras bak air. Perilaku seperti itu harus dihindari,’’ ujarnya.

Lilik menyatakan sementara ini yang dilakukan Dinas Kesehatan untuk pencegahan DB adalah dengan melakukan fogging atau pengasapan di wilayah tempat terjadinya kasus DB. Selain itu juga fogging selektif pada desa-desa endemis DB.

Sumber : suaramerdeka.com

0 comments:

Post a Comment