Your Ad Here

Bergelantungan di Ketinggian 12 Meter

Beijing - Penduduk Guangzhou, China dikejutkan oleh insiden seorang balita yang bergelantungan di ketinggian 12 meter pada sebuah apartemen.

Bawa Sabu Di Bui

Bangkok - Seorang wanita Malaysia ditahan atas tuduhan penyelundupan narkoba setelah kedapatan membawa 4,8 kilogram sabu di bandara Bangkok, Thailand.

Suap Seks

Jakarta Gratifikasi atau suap seks bagi pejabat negara diatur tegas di Singapura.

Kondisi PNS Kritis

JAYAPURA — Kondisi PNS Kodam XVII Cendrawasih, Arwan, yang ditembak orang tak dikenal, hingga pagi ini masih kritis. Sebelumnya, Arwan diberitakan tewas.

Senpi Rakitan

Jakarta - Senjata api rakitan di kawasan Cipacing, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dijual ke beberapa jaringan perampok bersenjata api.

Wednesday, March 20, 2019

Geng Motor Selandia Baru Jaga Umat Islam Saat Shalat


Aksi teror yang terjadi di dua masjid di Selandia Baru pada Jumat (15/3) silam masih menyisahkan banyak kesedihan. Dilaporkan setidaknya ada 50 orang yang tewas dan puluhan orang lainnya luka akibat penembakan tersebut.

Berbagai ucapan bela sungkawa dan dukungan kini seolah terus mengalir untuk Selandia Baru, salah satunya adalah dari geng motor Mongrel Mob. Dilansir dari Daily Mail, geng yang terkenal paling menakutkan di Selandia Baru itu berjanji melindungi Masjid Jamia di Hamilton, di Pulau Utara Selandia Baru sejak pertama mendengar kabar penembakan di Kota Christchurch.

Pimpinan geng motor tersebut, Sonny Fatu mengungkap sikap yang dilakukannya dan anggota motor lainnya untuk memastikan masyarakat dapat beribadah tanpa rasa takut.

"Kami akan mendukung dan membantu saudara-saudari Muslim kami selama mereka membutuhkan kami," ujarnya Fatu.

Diakuinya, seseorang waktu menghubunginya dan mengatakan bahwa beberapa saudara-saudari Muslim di sana memiliki ketakutan yang besar pada hari Jumat untuk beribadah. Kemudian geng motor Waitkato menyatakan bersedia memberikan pengamanan agar umat muslim bisa beribadah di masjid dengan damai tanpa rasa takut.

Selain Mongrel Mob, aksi simpatik ini juga dilakukan oleh geng motor Black Power. Dilansir dari Buzzfeed World, pada hari Minggu (17/3) lalu, 10 anggota Black Power berkumpul di dekat barisan polisi di Masjid Al Noor di Christchurch. Geng yang telah dibentuk sejak tahun 1970 itu melakukan tarian Haka di luar lingkungan masjid.

Seperti diketahui, tarian Haka merupakan tarian tradisional Maori, suku asli Selandia Baru. Aksi ini sebagai wujud penghormatan kepada korban yang telah meninggal dunia akibat aksi terorisme di Selandia Baru.

"Kia kaha, Christchurch," ujar juru bicara geng motor.

Kalimat itu disuarakan oleh juru bicara geng motor ketika menari. Tarian Haka sendiri umumnya dilakukan dalam menyambut tamu-tamu terhormat, bentuk apresiasi, dan saat pemakaman.

Sumber : brilio.net

Pemkot Semarang Bersolawat

"Harapannya melalui kegiatan Semarang Bersholawat, Kota Semarang akan semakin kondusif dan adem ayem."
Berita Hari Ini, Semarang - Sebagai salah satu upaya untuk menjaga persatuan dan kondisi adem ayem di Kota Semarang, Wali kota Semarang Hendrar Prihadi dalam waktu dekat akan kembali menggelar Semarang Bersholawat. Kegiatan tersebut direncanakan menghadirkan ulama kondang Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf.

Sebelumnya, Habib Syech telah berulang kali diundang oleh Pemerintah kota Semarang untuk berselawat bersama di Kota Semarang. Terakhir, pada peringatan HUT ke-471 Kota Semarang tahun 2017 lalu, ribuan warga dan Syechermania tumpah ruah memadati Balai Kota Semarang.

Pada kesempatan tersebut, Habib Syech bahkan menerima penghargaan sebagai Tokoh Penggerak Selawat dan Nasionalisme Indonesia dari Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Wali Kota Hendi yang tak lain juga adalah Syechermania.

Penghargaan tersebut diberikan karena perjuangan Habib Syech sukses membumikan selawat baik di Indonesia dan luar negeri. Isi selawat dan nasehat-nasehat berupa syi’iran yang dikumandangkan banyak berisi ajakan cinta kepada Tanah Air.

Kepala Bagian Kesra, Ari Djoko Santoso menyampaikan bahwa Semarang Bersholawat rencananya diselenggarakan guna memperingati HUT ke-472 Kota Semarang. "Harapannya melalui kegiatan Semarang Bersholawat, Kota Semarang akan semakin kondusif dan adem ayem. Sekaligus menjadi wujud rasa syukur atas penyelenggaraan Pemilu 2019," kata Ari.

Sumber : Merdeka.com

Sunday, March 17, 2019

Rambut Dicukur Acak, Orang Tua Laporkan Guru Ke Polisi


Seorang guru olahraga di SDN 2 Patoman, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, dilaporkan ke polisi, Senin (11/3) lalu. Dia dilaporkan belasan wali murid ke Polsek Rogojampi karena mencukur rambut murid secara tidak beraturan dan terlihat berantakan.

Peristiwa pencukuran murid-murid SDN 2 Patoman ini terjadi pada Jumat (8/3) sore. Ketika itu para murid sedang mengikuti ekstrakurikuler pencak silat. Tiba-tiba, rambut mereka dipotong tidak beraturan oleh guru silat atas perintah Arya, selaku penanggung jawab ekstrakurikuler tersebut.

"Kepala anak saya mengalami luka dan berdarah," kata Mustono, ayah NS yang rambutnya ikut dicukur.

Sekitar 20 murid yang mengikuti pencak silat saat itu langsung pulang. Malah ada yang pulang sambil menangis dan menutupi rambutnya.

Mustono mengaku tidak terima anaknya diperlakukan seperti itu. Dia menyebut rambut anaknya sudah dalam kondisi pendek sebelum dipotong seperti itu.

"Saya tidak terima, makanya saya ke sini untuk laporan," tegas Mustono.

Kepala Sekolah SDN 2 Patoman, M. Badir, mengaku tidak pernah memerintahkan Arya untuk memotong rambut siswa yang ikut ekstrakurikuler. Jumat pagi dirinya memang sempat berbicara dengan salah satu wali kelas terkait rambut siswa yang modelnya kurang rapi. Dia meminta wali kelas agar mengingatkan muridnya merapikan potongan rambut.
Mengenai pemotongan rambut siswa yang mengikuti ekstrakurikuler pencak silat, menurut dia, yang memotong bukanlah Arya, karena saat itu Arya sedang kuliah.

Badir menyerahkan sanksi pada Arya kepada pihak Dinas Pendidikan. Sebab, dirinya sudah melaporkan permasalahan ini ke Dinas pendidikan. Saat ini, Arya untuk sementara tidak lagi melakukan aktivitas mengajar.

Arya pun bungkam dan memilih menghindar saat sejumlah wartawan melemparkan pertanyaan.

Kapolsek Rogojampi AKP Agung Setya Budi membenarkan adanya laporan dari wali murid yang anaknya dicukur. Wali murid yang datang melapor ada 15 sampai 20 orang.

"Kami akan melakukan penyelidikan untuk laporan ini," kata polisi

Sumber : Merdeka.com